Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar.  pada ulasan kali ini kami akan sedikit mengulas tentang contoh bagaimana tips membuat surat lamaran kerja dengan baik dan benar. Karena Surat Lamaran Kerja merupakan langkah awal (entry point) untuk anda dalam mengikuti ujian seleksi kerja. Coba bayangkan ada banyak puluhan, ratusan atau bahkan ribuan surat lamaran kerja yang masuk ke HRD, Fakta yang mesti anda ketahui bahwa tidak butuh waktu lama untuk HRD melihat surat lamaran kerja anda layak apa tidak , dan Bisa dipastikan +/- 20% Lamaran yang masuk ke HRD langsung ditolak (Rejected) . Banyak faktor penyebab surat lamaran kerja Anda ditolak , salah satunya adalah bahasa yang digunakan serta tidak sesuainya posisi yang dilamar dengan posisi yang di butuhkan perusahaan

Surat lamaran yang baik tentunya memiliki isi yang berkesinambungan. Bila anda mencantumkan posisi yang anda kehendaki, tunjukkan jati diri anda. Jangan sampai perekrut menilai anda plin-plan setelah membaca surat lamaran anda. Jadikan surat lamaran kerja Anda berisfat menjual, artinya cantumkan skil serta kemampuan yang Anda miliki, sehingga orang HRD yang membaca surat lamaran menjadi tertarik dengan Anda. Berikut adalah tips yang dapat saya sampaikan kepada Anda dalam membuat surat lamaran kerja yang efektif dan berkualitas. Baca lebih lanjut

Iklan

Tes Koran Pauli Kraepelin

soal psikotes Soal Psikotes Koran Pauli Kraepelin

Tes Koran Pauli Kraepelin Tes skala kematangan adalah sebuah tes psikologi yang mengukur tingkat kedewasaan (kematangan sikap) seseorang dalam bertindak terhadap situasi tertentu dalam ilmu tes koran pauli kraepelin. Tujuan dari tes koran pauli krepelin ini adalah mengeksplorasi (meneliti karakter kepribadian seseorang) terutama dalam hal emosi,  dinamisme, kontrol dan reality function tes koran pauli kraepelin. Tes Pauli Kraepelin biasa disebut dengan tes koran, karena ukuran lembar jawabannya yang mirip dengan koran .

Tes Pauli Krapelin dikembangkan pertamakali oleh seorang psikiater bernama Emil Kraepelin. Kraepelin pada mulanya menciptakan alat tes yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Selanjutnya, pada tahun 1938 Prof. Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold dan Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui tes Kraeplin sehingga dapat distandarisasikan dan dapat pula dipakai untuk mendapatkan data tentang kepribadian. Saat ini tes tersebut dikenal dengan istilah Tes Pauli-Kraepelin. Untuk dapat mengerjakan soal psikotes pauli maupun soal psikotes lainnya dengan baik dan lulus psikotes, Ikutilah panduan dan tips psikotes yang kami berikan.

Adapun tujuan dari tes pauli-kraepelin ini adalah untuk mengukur karakter seseorang pada beberapa aspek tertentu, yaitu :

* Aspek keuletan (daya tahan)
* Aspek kemauan atau kehendak individu
* Aspek Emosi
* Aspek penyesuaian diri
* Aspek stabilitas diri

Baca lebih lanjut